Buka toko 11.00 - 17.00 WIB
08568888943
08568888943
08568888943
5D9B13A4
( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Kisah-kasih Bermulanya Alat Musik Kulintang

Friday, May 23rd 2014.

Alat musik Kulintang/Kolintang adalah sebuah perangkat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Utara yakni terletak di daerah Minahasa. Awal munculnya alat musik tersebut ternyata menyimpan sebuah cerita indah, sebelum terbentuknya alat Kulintang ini. Apakah anda pernah mendengar mengenai Kisah-kasih Bermulanya Alat Musik Kulintang ini ?

kolintangOleh sebab itu, kali ini kami tertarik ingin berbagi kepada anda mengenai cerita indah sebelum Kulintang ini diketemukan. Langsung saja ini dia ceritanya :

Didaerah Sulawesi ini terdapat sebuah desa kecil yang dikenal dengan sebutan Tounrano. Desa Tounrano ini saat ini sudah berganti nama yakni dipanggil dengan sebutan Tondano dimana pada desa tersebut terdapat seorang gadis mungil dengan paras yang cukup mempesona (cantik). Gadis cantik itu bernama Lintang. Tak hanya itu, selain cantik Lintang juga memiliki keahlian dibidang tarik suara. Iapun pandai menyanyi dan suaranyapun cukup mempesona

Akibat kecantikan dan keahlian yang dimilikinya, akhirnya Lintangpun menjadi buah bibir penduduk sekitar dan mulai menjadi banyak perhatian. Para pemuda kampungpun terlena akan kecantikan Lintang dan banyak yang jatuh cinta kepadanya. Pada suatu hari di desa Tounrano ini, terdapat sebuah pagelaran yang di ikuti oleh para muda-mudi di kampung tersebut dan daerah sekitarnya. Saat kontes berlangsung terdapat seorang pemuda tampan dan gagah bernama Makasiga memperkenalkan diri pada Lintang (sigadis cantik).

Akhirnya akibat kecantikan wajah Lintang, si pemuda tampan itupun jatuh hati dan berniat ingin meminang Lintang. Dengan wajah berseri-seri Lintangpun menerima Makasiga asalkan dengan satu syarat yakni harus membuat alat musik yang memiliki suara merdu, seperti suara suling emas. Tanpa basa-basi serta telah memiliki semangat yang berkobar. Pemuda tampan itu pergi mencari belahan-belahan kayu yang dapat mengeluarkan bunyi-bunyian.

Akhirnya Makasiga berhasil membuat alat musik/bunyi-bunyian tersebut dengan hasil dan jerih payahnya sendiri agar dapat menjadi sang pujaan hati si gadis cantik (Lintang). Saat membuat perangkat musik, Makasiga tidak pernah makan dan minum. Sebab yang ia cari adalah alat dan alat bunyi-bunyian yang diminta oleh Lintang. Sebuah lidi diletakkan secara berjajar berbentuk dua barisan.Dari deretan tersebut lidi di susun menggunakan tali serat pangkal daun enau.Potongan potongan kayunya dirancang berbeda panjangnya yang merupakan urutan not -not tertentu,kemudian di susun pada tali itu.Alat bunyi -bunyian diletakkan pada sebuah palung yang kakinya ada empat setinggi paha. Alat musikpun jadi dan harapan telah menggebu-gebu untuk mempersembahkan alat tersebut buat dinda Lintang tersayang.

Namun sayangnya sebelum alat tersebut jatuh ke tangan Lintang. Makasiga jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Saat Lintang mendengar bahwa Makasiga meninggal dunia,

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)