Buka toko 11.00 - 17.00 WIB
08568888943
08568888943
08568888943
5D9B13A4
( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Kesenian Musik Tanjidor Asal Betawi

Tuesday, May 20th 2014.

Menceritakan salah satu kisah perjalanan mengenai salah satu hiburan/kesenian musik tradisional yang berasal dari suku Betawi. Seolah-olah menginspirasikan kembali kehidupan indah dimasa lampau yang mana, pada saat itu terdapat kesenian musik tradisional khas Betawi yang diperkirakan sudah muncul sejak abad ke 18 (pada saat Indonesia masih belum merdeka). Penyaji musik tersebut dikenal dengan sebutan Tanjidor. Kesenian Musik Tanjidor Asal Betawi ini merupakan sejenis penyaji musik tradisional yang umumnya didominasi oleh perpaduan antara beberapa jenis alat musik tiup yang dimainkan dengan cara bergerombol hingga berbentuk barisan (orkes barisan). Seperti halnya alat musik tiup piston, saksofon, klarinet dan tombon. Pada masa itu, orang pertama yang menemukan sajian Musik Tanjidor ini yakni diketemukan oleh seorang Mayor Jantje atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan Augustjin Michiels. Sedangkan istilah Tanjidor/tanji berasal dari bahasa Portugis yang berarti tangedor (alat-alat musik berdawai).

tanjidor

Bahkan pada masa itu, sebelum nama Tanjidor tercuat. Hiburan musik daerah Betawi ini dijadikan sebagai bahan iring-iringan dengan memadukan antar suara musik tiup yang dipersembahkan bagi para bangsawan saat sedang mengadakan jamuan-jamuan dan dijadikan sebagai penyaji kesenian musik saat para tamu negara berdatangan. Pada dasarnya, sebelum Tanjidor dinobatkan sebagai alat musik tradisional khas Betawi. Dahulu kala Tanjidor ini diciptakan hanya untuk dijadikan sebagai kesenian musik kesenangan semata. Namun akibat begitu marak dan populernya jenis musik tersebut. Akhirnya masyarakat Betawipun bertindak dan menjadikan alat musik Tanjidor sebagai salah satu aneka hiburan/kesenian musik special yang pada masa itu seringkali digunakan sebagai kegiatan arak-arakan (pawai) dan untuk mengantar iringan pengantin.

Namun sayangnya sisi negatif dari adanya pengaruh globalisasi, berdampak pada keberadaan beberapa alat musik tradisional lain yang sudah dimiliki oleh berbagai daerah dan mulai terkikis. Tak hanya itu, keberadaan alat musik tradisional kurang diminati oleh masyarakat sekitar. Hal ini juga terjadi pada perangkat penyaji musik Tanjidor yang seakan-akan perlahan-lahan mulai ditelan bumi. Padahal sangat disayangkan kan sobat, apabila Tanjidor ini tidak dilestarikan.

Ayo kita jaga dan terus lestarikan ragam kesenian dan alat musik tradisional milik tanah air kita tercinta.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)